|
| REVIEW: FILM/DVD |
|
A DIRTY SHAME Gimana kalo satu kota isinya sex addict ya? Di film terbaru karya the emperor of counter culture-comedy ini ada Johny Knoxville yang jadi semacam sex messiah sama Selma Blair yang di film ini susunya gueeedee banget kaya’ pantat kingkong!! Ni pilem ceritanya tentang sex sex sex sex sex in a joyful way! So it’s such a dirty shame if you haven’t seen this movie! Sexual anarchy, people! Let’s go sexing!!
Kisah tentang cowok yang jobless & hopeless. Sampai akhirnya ketemu mantannya yang lesbian. Si cowok ini diminta untuk bantuin ngehamilin pacarnya si lesbi sampe akhirnya hamil. Kemudian gosipnya menyebar, trus jadi banyak banget pasangan lesbian yg minta digagahi supaya bisa punya keturunan. Pokoknya ending-nya, akhirnya dia punya anak segudang dan dia jadi hidup bertiga sama si mantan dan pasangan lesbiannya si mantan. Whoohoo. What more can you ask? Oh by the way, Spoiler Alert!
Syarat sah film romantic comedy adalah romantic dan comedic. Dari film ini nggak dapet dua-duanya. Gak usah nonton di bioskop deh, paling nanti juga ada di Layar Emas-nya RCTI.
Kompilasi tiga film pendek yang bertema sama dengan judulnya. Maksudnya mau jadi tribute buat si sutradara veteran, Michelangelo Antonioni. Tapi filmnya dia sendiri, ‘The Dangerous Thread of Things’ malah jadi film terjelek disini. Biarpun buka-bukaannya paling banyak, tapi film itu lah yang paling nggak erotis. Berikutnya ‘Equilibrium’ dari Soderbergh yang pernah bikin ‘Sex, Lies and Videotape’, salah satu film erotis tersukses ditahun ’80-an. Kali ini dia nggak terlalu sukses mengeksplorasi tema itu, malah bisa dibilang meleset. Dengan noir-noir-an dan sedikit intrik lucu-lucuannya, ‘Equilibrium’ terasa lebih ringan dan menghibur tapi nanggung. Paling menonjol adalah ‘The Hand’ dari Wong Kar Wai. Mengenai romantika tertahan antara Zhang (Chang Chen), si penjahit muda dan Miss Hua (Gong Li), wanita panggilan kelas atas. Film ini akan memikat kalian-kalian pecandu kisah cinta dengan storyline dan ambience-nya yang begitu indah dan membius.
Sebuah romantic comedy berkedok zombie flick, atau mungkin sebaliknya. Apapun itu, film ini bakalan membuat penontonnya merasa tegang dan terbahak-bahak dan tegang dan terbahak-bahak lagi. Simon Pegg - yang juga menulis ceritanya - memerankan tokoh Shaun, seorang pegawai toko barang-barang elektronik dengan segala rutinitasnya yang membosankan dan hubungan cintanya yang bermasalah. Semua itu kemudian diperburuk dengan kemunculan zombie-zombie yang memenuhi London. Film ini bukan ‘Scary Movie’ yang isinya penuh adegan slapstick, tapi memang lebih sering main-main di dialog dan timing-nya. ‘Shaun of the Dead’ juga berhasil menyelipkan momen-momen tentang hangatnya persahabatan dan komentar sosial diantara rangkaian tawa yang mewarnai 99 menit film ini. This one is a must-see and a must-have karena watchable value-nya juga tinggi.
Written by |
|